RAJA AMPAT NEW NORMAL PROTOCOLS

The Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) pandemic has a direct impact on the tourism industry. To prepare for the adaptation of new habits for the community after the pandemic, the Ministry of Tourism and Creative Economy is preparing a Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE) program which will be implemented in various tourist destinations. As a tourist destination, Raja Ampat is committing to implement the program. As part of the West Papua Conservation Province, with most of its tourism being nature tourism, Raja Ampat is preparing a CHS-E program, namely Cleanliness, Healthy, Safety, and Environment Sustainability. It is hoped that this CHS-E program will be the best step to apply the Carrying Capacity principle and enforce a Code of Conduct (CoC) on natural tourist spots, which are also natural ecosystems for various types of wildlife, some of which are classified as endemic, rare, or endangered. endangered.

For this reason, a protocol for adapting the new Raja Ampat tourism habits has been drawn up, which is a form of collaboration from various parties involved in the tourism industry in Raja Ampat.

10 RULES TO VISIT RAJA AMPAT

Here are 10 new rules you must follow to be able to visit Raja Ampat. Starting from registering online, checking in, and checking out.

12 STEPS TO DO IN PUBLIC PLACE

Here are 12 steps you should take to protect yourself and others from the spread of COVID-19 in public places.

8 PERSONAL THINGS TO BRING

Here are 8 must-carry items, which became your travel kit during the COVID-19 pandemic.

16 THINGS TO DO FOR PUBLIC PLACE MANAGERS

Here are 16 things that must be carried out and provided by the manager of public places during the COVID-19 pandemic.

10 RULES TO VISIT RAJA AMPAT

Berikut adalah anjuran tahapan yang wajib diketahui oleh calon wisatawan sebelum melakukan perjalanan wisata ke Raja Ampat.

  1. Calon wisatawan wajib melakukan rangkaian Registrasi Online Pariwisata Raja Ampat yang tertaut pada website www.newnormal-rajaampat.com. Rangkaian tersebut sudah termasuk melakukan Penilaian Pribadi Resiko COVID-10, mencatat Sejarah Perjalanan, dan menyetujui mengikuti protokol Adaptasi Kebiasaan Baru yang berlaku di Kabupaten Raja Ampat.
  2. Calon wisatawan wajib menyiapkan aplikasi Health Assesment Card (HAC) pada www.inhac.kemenkes.go.ic
  3. Wisatawan wajib memiliki surat keterangan Bebas COVID-19 berupa hasil RT-PCR Negatif dari RS/puskesmas/klinik resmi atau hasil Rapid Test Non-Reaktif, yang berlaku selama 14 hari.
  4. Menyediakan Standar Minimal Peralatan Pribadi Kesiapsiagaan COVID-19, seperti masker dan alat keamanan diri lainnya (point 1b).
  5. Sebaiknya memiliki asuransi kecelakaan dan/atau asuransi jiwa secara perorangan.
  6. Sebaiknya telah memiliki pemandu/pramuwisata.
  7. Lakukan perjalanan ketika seluruh persiapan lengkap dengan tetap melakukan prosedur keselamatan sepanjang perjalanan, misalnya tetap mengenakan masker pada saat di dalam kendaraan, dan lain sebagainya.
  8. Pengecekan Dokumen (Check In) pada salah satu Check point Raja Ampat, yaitu: a) Check point #1 : Pelabuhan Falaya – Waisai – Waigeo; b) Check point #2 : Pelabuhan Yellu – Misool; c) Check point #3 : Bandara Marinda – Waisai – Waigeo
  9. Selalu mengikuti prosedur protokol ketertiban di ruang umum selama berada di Raja Ampat. Jika terjadi reaktif, maka siap untuk dikarantina dan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku..
  10. Setelah melakukan aktivitas di Raja Ampat, diwajibkan kembali ke Check point Raja Ampat (point 3g) untuk melakukan Check Out dan pengisian Survey Tingkat Kepuasan terhadap penerapan protokol adaptasi kebiasaan baru yang berlaku di Raja Ampat.

Perhatian Khusus:

  1. Jika semua aman, maka wisatawan dapat melanjutkan aktivitas wisata dengan tetap mengikuti protokol adaptasi kebiasaan baru setiap orang dan protokol adaptasi yang berlaku khusus pada lokasi-lokasi tertentu.
  2. Tidak mengganggu hewan liar dan menjaga kebersihan, dengan tidak membuang sampah sembarangan.
  3. Pada aktivitas yang berat, misalnya mendaki atau berlari, lepaskan masker dengan tetap menjaga jarak. Namun kenakan kembali masker pada saat pengarahan oleh pemandu wisata atau di titik kumpul.

12 STEPS TO DO IN PUBLIC PLACE

Berikut adalah anjuran yang wajib diketahui oleh setiap orang ketika beraa di tempat umum di Raja Ampat.

  1. Pastikan diri dalam kondisi sehat sebelum keluar rumah. Jika mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan/atau sesak nafas, tetap di rumah. Apabila gejala berlanjut, periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan. Jika benar-benar memerlukan transportasi umum, disarankan menggunakan kendaraan yang berpenumpang terbatas seperti taksi/ojek dengan memberikan informasi kepada sopir terlebih dahulu untuk dilakukan upaya pencegahan penularan.
  2. Selalu menggunakan masker saat perjalanan, di dalam moda transportasi, dan selama berada ruang publik (pasar, toko, pelabuhan, atau lokasi wisata). Dihimbau untuk tidak mengenakan masker medis atau masker sekali pakai.
  3. Jaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau menggunakan handsanitizer.
  4. Hindari menyentuh area wajah seperti mata, hidung, dan mulut.
  5. Tetap memperhatikan jaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain.
  6. Jangan memaksakan diri untuk masuk ke ruang umum apabila kondisi padat dan sulit menerapkan jaga jarak. Namun jika terpaksa, sangat direkomendasikan untuk mengenakan tambahan perlindungan dengan menggunakan pelindung wajah (face shield) bersama masker.
  7. Membawa alat pribadi, seperti botol air minum dan alat makan, termasuk peralatan ibadah sendiri, seperti alat solat.
  8. Menjaga kebersihan di ruang publik, misal tidak membuang sampah sembarangan.
  9. Saat tiba di rumah, segera mandi dan berganti pakaian sebelum kontak dengan anggota keluarga di rumah.
  10. Bersihkan ponsel, kacamata, tas, dan barang lainnya dengan cairan disinfektan.
  11. Penumpang dengan moda transportasi udara/laut, mengisi Kartu Kewaspadaan Kesehatan (Health Alert Card/HAC) sesuai ketentuan yang berlaku.
  12. Saling mengingatkan dengan pengguna ruang publik lain terhadap penerapan kedisiplinan penggunaan masker dan menjaga jarak minimal 1 meter.

8 PERSONAL THINGS TO BRING

Berikut adalah anjuran minimal bawaan ketika bepergian di Raja Ampat pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru pasca pandemi COVID-19:

  1. COVID-19 Check & dokumen perjalanan.
  2. Masker dan cadangannya, serta kantung untuk menyimpan masker bekas. Dianjurkan menggunakan masker non-medis, bukan masker sekali pakai, agar tidak berpotensi menjadi sampah.
  3. Sabun cuci tangan, disinfektan semprot dan/atau hand sanitizer.
  4. Tisu basah dan tisu kering.
  5. Tas belanja lipat.
  6. Alat ibadah sendiri.
  7. Alat makan sendiri.
  8. Botol minum.

16 THINGS TO DO FOR PUBLIC PLACE MANAGERS

Berikut adalah anjuran yang wajib disediakan dan dilaksanakan oleh pengelola lokasi umum di Raja Ampat.

1) Wajib membentuk Tim Pencegahan COVID-19 masing-masing.

2) Menjaga kualitas udara di dalam ruangan dengan mengoptimalkan sirkulasi udara dan sinar matahari, serta rutin mencuci filter AC.

3) Menerapkan jaga jarak pada area-area yang berpotensi antrian, misalnya dengan cara-cara sebagai berikut:

a) pembatasan jumlah pengunjung (pada spot wisata Wajib menerapkan Carrying Capacity dan Code of Conduct),

b) pengaturan jam operasional,

c) mengatur jarak saat antrian dengan memberi penanda di lantai minimal 1 meter (seperti di pintu masuk, kasir, dan lain lain),

d) mengomptimalkan ruang terbuka untuk tempat penjualan/transaksi agar mencegah terjadinya kerumunan,

e) pengaturan alur pengunjung di area daya tarik wisata,

f) menggunakan pembatas/partisi (misalnya flexy-glass) di meja atau counter sebagai perlindungan tambahan untuk pekerja (loket pembelian tiket, customer service,

dan lain-lain), dan

g) mengatur jalur naik dan turun pada tangga.

4) Melakukan pembersihan dan disinfeksi secara berkala (paling sedikit tiga kali sehari) pada area atau peralatan yang digunakan bersama, seperti pegangan pintu

dan tangga, tombol lift, pintu toilet, dan fasilitas umum lainnya.

5) Memastikan kamar mandi/toilet berfungsi dengan baik, bersih, kering, tidak bau, dilengkapi sarana cuci tangan pakai sabun atau handsanitizer, serta memiliki ketersediaan

air yang cukup.

6) Mendorong penggunaan metode pembayaran non-tunai (tanpa kontak dan tanpa alat bersama).

7) Memastikan pekerja/SDM pariwisata memahami perlindungan diri dari penularan COVID-19 dengan PHBS.

8) Wajib melakukan pengukuran suhu tubuh pada setiap orang yang datang. Pengunjung dengan suhu tubuh >37,3oC (lakukan pengulangan 2 kali, dengan jarak antar-cek

5 menit) tidak diperkenankan masuk. Petugas yang melakukan pengecekan menggunakan masker, pelindung wajah (face shield), dan sarung tangan, serta didampingi

petugas keamanan. Thermo gun secara berkala dikalibrasi.

9) Dilarang menerima kunjungan dalam jumlah besar/kelompok.

10) Memberikan informasi tentang larangan masuk bagi pekerja dan pengunjung yang memiliki gejala demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan/atau sesak nafas atau

riwayat kontak dengan orang terkena COVID-19.

11) Wajib melarang masuk pekerja atau pengunjung yang tidak menggunakan masker.

12) Wajib mengingatkan pengunjung yang tidak mematuhi protokol adaptasi kebiasaan baru. Apabila pengunjung kedapatan melanggar, maka pihak pengelola bisa

terkena sanksi.

SANCTIONS FOR PROTOCOL VIOLATIONS

Sanctions are in the form of social sanctions and administrative sanctions in accordance with Perbup No. 9 of 2020. Sanctions apply to tourists who violate and management who are proven negligent in supervising or reminding visitors who are in their responsibility.

Raja Ampat New Normal Campaign Media Flow

Powered by Tourism Partner of Raja Ampat

This is the official website of the Tourism Office of Raja Ampat Regency.

The contents listed on this website are intended for informational purposes rather than commercial.

en_USEnglish