PELATIHAN DIGITALISASI

PARIWISATA RAJA AMPAT


LATAR BELAKANG

Data merupakan faktor yang sangat diperlukan untuk mengambil keputusan strategis maupun pengembangan dan inovasi dalam dunia usaha secara umum, baik yang berkaitan tentang tata kelola, maupun untuk branding dan pemasaran. Data tidak hanya penting bagi pengampu kepentingan, seperti pemerintah, akan tetapi setiap pelaku usaha dalam skala apapun, membutuhkan hasil analisis data, untuk bisa menjalankan program dan kegiatan secara efektif dan efisien.

Raja Ampat, sebagai bagian dari Provinsi Pembangunan Berkelanjutan, menjadikan pariwisata sebagai sektor utama dalam pembangunan berkelanjutan di kabupatennya. Sejak 2020, sebagai respon terhadap perubahan kondisi yang terjadi pada masa pandemi COVID 19, Dinas Pariwisata mulai menerapkan registrasi online bagi seluruh wisatawan yang mengunjungi Raja Ampat.

Registrasi online adalah suatu sistem pengumpulan data, yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan Pariwisata Raja Ampat. Data yang diperoleh tidak hanya penting untuk tracing terkait kondisi pandemi, akan tetapi juga penting untuk pengembangan pariwisata di Kabupaten Raja Ampat. Informasi yang bisa diperoleh dari data yang ada tidak hanya diperlukan untuk pemerintah, selaku pengampu kebijakan, akan tetapi juga pengelola destinasi wisata, homestay, desa wisata, dan seluruh pelaku di industry pariwisata.

Satu paket data lengkap dari wisatawan seperti data diri dan rencana kunjungan, yang diperoleh sebelum wisatawan tiba di Raja Ampat, serta data survey kepuasan wisatawan, pasca berlibur. Akan tetapi, masih ada banyak kendala yang menyebabkan survey kepuasan pengunjung tidak bisa diperoleh secara maksimal. Hal tersebut dikarenakan objek wisata di Raja Ampat yang tersebar di pulau-pulau, yang menyebabkan penerapan registrasi online pada wisatawan hanya efektif sebagai data kedatangan, sementara data pasca berlibur tidak diperoleh. Di sisi lain, para pemandu wisata, pengelola destinasi, pemilik homestay, dan seluruh yang terlibat dalam industry pariwisata, merupakan garda terdepan yang bisa memiliki akses langsung pada wisatawan hingga mereka pulang.

Untuk itu, pemahaman tentang data dan digitalisasi tata kelola, tidak hanya dibutuhkan pemerintah, selaku pihak yang bertugas dalam penerapan sistem online tersebut. Akan tetapi juga dibutuhkan oleh para pelaku industry pariwisata, yang berperan sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah dalam mengumpulkan ‘big data’ yang dibutuhkan. Oleh karena itu, penting untuk dilaksanakan pelatihan digitalisasi tata kelola, branding, dan pemasaran pada seluruh pelaku industry pariwisata di Raja Ampat, sebagai inovasi parwisata Raja Ampat, guna meningkatkan pelayanan dan kunjungan wisatawan.

TUJUAN

  1. Meningkatkan kesadartahuan akan pentingnya data dan manfaat yang bisa diperoleh dalam era digital, salah satunya untuk branding dan pemasaran.
  2. Memberikan pemahaman tentang digitalisasi data dalam dunia pariwisata.
  3. Meningkatkan pengetahuan dalam tata kelola destinasi wisata di objek-objek wisata di Kabupaten Raja Ampat.
  4. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan para peserta dalam bisnis dan pemasaran digital destinasi pariwisata.
  5. Menciptakan Sumber Daya Manusia yang andal dan berkompetensi dalam mengelola data digital.


OUTPUT

  1. Para pelaku industry pariwisata mengerti dan memahami tentang pentingnya data yang diperoleh melalui Registrasi Online Pariwisata, sehingga mereka bisa menjadi perpanjangan tangan Dinas Pariwisata dalam mensosialisasikan “Survey Kepuasan Pengunjung” pada wisatawan.
  2. Menghasilkan form tingkat kepuasan skala pengelola industri pariwisata, yang spesifik (bottom-up)
  3. Menghasilkan “branding” setiap objek wisata atau bidang industri yang dikelola oleh para peserta.
  4. Membuat skema pengisian form survey kepuasan, hingga cara pelaku industry pariwisata mengakses data tersebut.

RISET MAKAN PINANG

Pelatihan Digitalisasi Data Pariwisata Raja Ampat

This is the official website of the Tourism Office of Raja Ampat Regency.

The contents listed on this website are intended for informational purposes rather than commercial.

en_USEnglish